Selamat ulang EMA "segala bentuk cinta paling nyata"
selamat ulang tahun cinta pertama (IBU)
tak akan pernah habis untuk merangkai kata untuk memuliakan cintamu
sulit kuceritakan dari mana Kisah ini harus kumulai,
sepertinya ribuan lembar puisi belum menyanggupi baikmu.
Ema, 9 bulan aku termenung dalam kesucian rahimu,
begitu eratnya engkau menjaga supaya aku bisa melihat dunia,
airmata yang gugur pada kelopak yang tulus, tak pernah layu untuk melindugku.
dalam gelapnya malam, jangkrik yang berisik, suara gonggong yang melolong seakan kita tak hampir tertolong.
aku lahir dalam gejolak. 21 tukang yang remuk, sakit yang hebat, keringat yang pekat membuatmu tak ingat, kau cumbu aku dengan mesra, penuh cinta. airmata pecahkan hening malam itu.
sering ku berdebat hebat denganmu ketika aku sudah mampu bicara, sampai aku lupa kau lah yang mengajariku bicara.
engkau selalu jadi tanya saat aku kembali ke rumah,
engkau selalu jadi rumah yang tak pernah menutup pintu.
1 tahun lamanya aku terbaring lesu dalam linang pelukannmu,
sakit yang hebat, ku tau engkau berdebat kuat meminta Tuhan supaya aku sembuh, rumah sakit demi rumah sakit, obat demi obat, malam demi malam aku tak kunjung sembuh.
engkau adalah bunga segala musim, hangat dimusim dingin, hujan disaat kemarau, malaikat yang nyata.
hampir aku kehilangan nyawa.
tapi apakah kau menyerah?
ibu, kita lalui derita itu bersama, asimu kering, airmata mungkin menjadi air untuk melepaskan semua kecewa waktu itu.
ibu, baikmu terlalu biru,
tukusmu terlalu luas.
saat aku sembuh, keriput perlahan cerah pada pinggir keningmu.
dalam renung aku selalu merasa hebat,
tak pernah mendengarkan cinta yang kau sampaikan setiap saat.
nasehat yang kaya,
larangan yang bermakna,
kata kata yang tak akan pernah surut dari mulutmu ibu.
ketika aku tak kunjung kembali ke rumah, meskipun gulita telah meniduri malam, engkau tetap memilih mencari meski matamu tak bisa menipu.
sempoyongan tengah malam mencari dimana mutiara itu pergi,
aku selalu merasa gagal ketika mengingat itu.
selalu menyisakan lauknya untuk ku santap, selalu menjawab kenyang meski lapar demi seorang bajingan,
selalu menutup berisik dikepala dengan doa.
ibu....
kita selalu bercerita tentang masa tua,
kau selalu menjadi bela saat bapa tak setuju dengan pilihanku,
engkau pertaruhkan airmata, bahkan sumpah hanya untuk aku.
engkau selalu berusaha agar gantengmu ini tetap sekolah,
sesekali tak makan, hanya untuk kami senang.
ibu, rumah akan begitu angkuh, saat tak ada bayanganmu,
rumah akan porak poranda saat tak ada jemarimu.
sudah semakin tua,
aku sering termenung saat kau mengeluh
"mata Ema tak lagi terang"
aku merasa gagal saat kau cerita
"Ema punya pinggang sakit"
namun semua itu masih beriringan dengan tawa.
meski itu sandiwara namun kau masih kuat untuk berdiri.
bangun pagi pagi, dua tangan seribu pekerjaan.
Ema
selamat ulang tahun, aku tak ingin kau semakin tua,
mungkin engkau tau jawabannya,
bahkan alasan itu menjadi ketakutan terbesarku,
sehacur apa aku nanti jika itu terjadi.
aku tak ingin.
selamat ulang tahun perempuan hebat,
selamat bertambah usia cinta pertamaku.
selalu bukakan pintu saat aku pulang,
selalu menjadi tempat cerita paling bahagia.
Ema semoga mimpiku dan doamu terwujud dan nyata.
selamat menua cinta kasih sepanjang masa.
i love you Ema.
Maumere,12 Agustus 2023

Komentar
Posting Komentar