Cerpen berdasarkan realitas "MIMPI SEPERTI PELANGI"
“Vidi hogo-hogo jam nemi koi mi mai sekolah hala?” “Vidi, Vidi bangun sudah jam ni tidak ke sekolah?” Ibu memanggilku, sambil memukul dengan ayaman bambu. Begitulah ibuku, kadang menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan kami di rumah. Sebagai wanita pelosok ibu juga menggunakan salah satu bahasa ras Melanesia. Kami Melanesia, kulit kami sawo matang, rarmbut ikal, jauh dari sentuhan pembangunan. Mungkin itu yang tepat untuk menggambarkan ras Melanesia di negeri ini. Dengan rasa malas dan mata yang berkedip kedip, tiba-tiba telapak kaki saya sudah dingin karena lidah Rex anjing kesayangan keluarga kami. Dengan rasa malas, saya berjalan ke dapur untuk kumur dan mencicip kuenya mama. ”Bua waha hebo ti langsung sikat gigi, makan sudah dan mandi supaya sikat gigi,” ucapsi bungsu sambil meledek. Situasi dapur waktu itu begitu keruh dengan anggota keluarga yang sibuk dengan HP masing-masing. Saya melangkah mengambil handuk yang dijemur emak di luar namun basah karena hujan. Ha...