Temu pisah bersama mama asrama putra St Gabriel Maumere
Seuntai kata dari pintu rumah Asrama
"Kita adalah sepasang kekasih penuh kisah yang memilih jeda lalu pisah"
“Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu. Kemesraan ini ingin kukenang selalu. ”lirik Lagu ini menggambarkan indah dan mesranya kebersamaan dengan orang terkasih. Lagu ini juga mengingatkan kita tentang kuasa waktu yang mampu mengakhiri sebuah pertemuan. Waktu merupakan dimensi tak terelakkan dalam kehidupan manusia. Tak ada yang dapat berkompromi dengannya. Tak ada yang mampu mengetahui misterinya. Setiap orang memiliki waktu untuk hadir, kemudian pergi. Setiap orang memiliki kesempatan untuk bertemu, juga untuk berpisah. Setiap orang hidup beriringan dengan waktu, di dalam waktu semua bisa berubah seketika, secara singkat bisa dikatakan bahwa manusia tidak bisa mengendalikan waktu, namun di dalam waktu tersebut selalu ada kesempatan untuk menemukan makna hidup.
Hari ini 3 September 2022 airmata menjadi penanda bahwa kisa kita memilih jeda, merengkuh gerimis pada kelopak mata yang basah, menuduh waktu yang terlalu berambisi, membuka lembaran sejarah yang pernah tertumpah.
Siang penuh terik menusuk masuk ke pori pori sesal, atas segala salah yang pernah terlepas dari mata, kata dan lidah. Kita adalah sepasang kisah yang memilih pisah, mungkin kata itu yang tepat untuk menjadi penanda bahwa kita pernah bersama suster. Umur 14-18 adalah masa dimana kami membutuhkan torehan cinta dan pengertian yang ekstra, suster telah menjadi pacar, saudari dan mama yang baik dari segala yang tebaik. Sebingkis puisi tak layak menyimbolkan baikmu pada kami mama, sekuntum maaf juga tak layak mendarat di telingamu, sebab kami hanyalah seuntai nyawa yang sedang berkelana, maka dosa da salah selalu menjadi saudara kami.
![]() |
| Anak-anak kelas 2 SMA angkatan ke 2 |
![]() |
| Suster chyka bersama ketua yayasan dan kerabat kenalan |
![]() |
| 35 anak asrama angkatan 1, 2 dan 3 |
![]() |
| Anak anak kamar atas (setan merah) kelas 3 SMA angkatan pertama |
![]() |
| Kelas 1 SMA angkatan ke 3 |
![]() |
| Anak asrama SMP |
Terimakasih mama telah menjadi alasan mengapa kami harus membendung rindu, menahan mata yang kian basah. Kata-katamu adalah santapan malam penuh cinta, tindakanmu adalah cermin yang tak pernah bersandiwara.
Toleh, dan lihatlah kami jika dirimu telah berlalu pada rumah yang baru, ulurkan tanganmu jika kakimu sudah masuk pada tempat yang jauh. Mama langkahlah untuk menempuh perjalanan yang baru, pikul salib mu untuk sang kahlik.
Semua Kan indah pada waktunya, semua berpijak pada waktu, lakukan yang engkau bisa, jadilah yang engkau mau
Terimakasih dan maaf untuk kami 35 anak asrama mama suster Fransiska jenina Ssps.
Kami semua mencintaimu, kami semua merindukanmu, kami semua mengharapkan agar engkau tetap terbang bersama di jalan yang engkau pilih mama.






Komentar
Posting Komentar