Selamat ulang tahun bapa Laurensius Luwu tedemaking
kisah sengsara,bapa dan rumah
pagi pagi ia bangkit dari kasurnya, dengan mata yang masih merindukan gulita.
suara ayam, memanggilnya untuk berdiri, dengan mata berseri, ia ke dapur.
duduk di kursi merah, dengan segelas susu campur kopi untuk men menemaninya diskusi tentang misi hari ini.
sesekali ia bergumang, entah apa isi kepalanya.
ia mengambil parang si sudut pintu bambu,
menghabiskan semenit dengan kopi susu.
ia berangkat ke ladang, dengan raga yang masih meradang.
suara Revo menjadikan sesekali nyaris berhenti, karena jalan sedikit mendaki dengan bensin yang belum diisi.
kepalanya dihantui nasib,
jiwanya memikul salib hari ini,
gaji Asnnya belum cair, ia mengalir dalam takdir yang sulit di taksir.
ia ku panggil bapa,
dengan 7 orang anggota rumah, tentunya itu bukan perkara muda untuk kepala rumah tangga yang usianya yang sudah tua.
sesampainya di ladang, diambilnya sebatang tombak kuning, sepertinya ia sedang membayar utang negara.
di bakarnya itu di bawah pohon pahlawan, sambil menghapus sedikit Beban kehidupan.
lalu ia bangkit dan memulai nasib yang abstrak
dengan sebatang tembako yang ia susahkan semalam. diambilnya parang lalu menebang daun, dan memberi makan sapi sebagai profesi.
memelihara sapi untuk menambah rupiah yang hampir habis diperas koperasi.
bapa,
sebenarnya seperti apa hidup ini?
kau terlalu datar untuk membuat kami sulit menebak retorika hidup ini.
selamat ulang tahun pahlawan,
selamat menua alasan mangapa saya bisa bertahan.
selalu menjadi tameng bagi kami bapa.
lerawulan tanah ekan memberkati selalu
Maumere, Kamis, 27 Januari 2022

Komentar
Posting Komentar