Bantu aku berdiri Ema
Ema, bantu aku berdiri!
kakiku sudah kaku, tak sanggup lagi berdiri,
ma, lututku terus saja dibebani rintih,
bantu aku berdiri ma.
kupikir tumbuh dewasa itu mudah ma...
kupikir kata kata dan air matamu hanya dusta,
dan ku pikir kekuatan cinta itu istimewa ma...
ma... lelah menusuk nusuk tubuh,
aku tak lagi sanggup,
terus dirundung pilu, gugup yang tak pernah pergi malah menepi dan kami menagis bersama.
ma...
perihal luka dan rupa,
apakah aku salah ditata?
ataukah memang sulit untuk dibina ma?
ma.. cinta tanpa rupa dan menyerah hanyalah ku temui di di dekapanmu sambil meminum asi, dan kau masih bertengkar dengan korek api perihal untuk sarapan pagi.
setiamu paling mulia ma..
namun setelah aku pergi untuk mencoba berdiri,
aku mulai mengenal kecewa maa.
bukan hanya kecewa, suara suara dalam dada terus saja melengking sampai aku lupa wajar pagi sudah menyingsing.
gugup, redup, luka kecewa airmata kata kata dalam dada ku rangkul karena mereka betah dan itu ku jadikan rumah maa...
bantu aku yang selalu kau sebut gantengmu untuk berdiri ma, aku belum bisa sendiri.

Komentar
Posting Komentar