BERMAIN SAMBIL BELAJAR DI MUSEUM BIKON BLEWUT MAUMERE

 Berjalan jalan ke masa purbakala Flores 

ketika kaki berpijak di ruangan ini dan mata mulai menelisik ke semua sisi ruangan, hal pertama yang saya rasakan adalah setengah bagian diri saya ada di masa lalu, yah ini adalah Museum milik Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero ini termasuk yang terbesar dan terlengkap di NTT ( Bikon blewut).

secara sistematis dan ilmiah di dalam sebuah gedung, maka museum didirikan pada 1983 oleh Pater Drs. Piet Petu SVD di Ledalero-Maumere, Kabupaten Sikka, Flores. ketika Rumah (sekolah) saya  SMAS KATOLIK BHAKTYARSA MAUMERE dapat undangan pameran dari kerjasama komunitas kahe dan komunitas yang lain pihak kesiswaan langsung mengutus 5 siswa dan 2 guru pembimbing untuk bermain sambil belajar di museum. 

saya begitu senang bisa melihat secara langsung benda benda sejarah Flores, dan begitu terkejutnya saya bahwa Flores memiliki manusia purba yang dinamai homo floresiensis yang ditemukan oleh Arkeolog Nasional pada September 2003 di liang Bua Flores. 

terdapat juga peninggalan gading gajah purba, yang mengubah prespektif saya bahwa Flores tak pernah lahirkan gajah, ada juga fosil kera, tikus besar. Kapak dongson, kapak batu, piala logam, serta batu Mahe sebagai sarana penghormatan kepada pencipta.  Serta masih bayak lagi pajangan Berupa gambar gambar bersejarah baik sejarah kolenia, sejarah pendidikan di Flores, serta sejarah religius yang masuk di tanah   Nusa nipa atau tanah ular, sebuah awal untuk pulau Flores sekarang. 

  hari itu tentunya menjadi hari bersejarah dalam hidup saya  dimana saya bayak sekali mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan yang baru dimana hal itu mampu merubah pandangan saya selama ini dan menjadi tamparan keras bagi saya pribumi NTT. mengapa karena kita begitu didoktrin dalam dunia pendidikan untuk belajar dan mencari tau tentang sejarah sejarah dunia terkhususnya manusia purba Indonesia dimana dalam pelajaran saya belum pernah mendengar tentang homo floresiensis dan peninggalan lainnya. tentunya dengan pengetahuan baru ini saya bisa mendiskusikan kepada guru sejarah, dan sejarah Indonesia. Alhasil  guru memberikan kesempatan untuk sya menjelaskan pada saat pelajaran sejarah Indonesia, dari sedikit pengelaman bermain saya di museum bikon blewut. 

Di rumah Bhaktyarsa Maumere kami tak mengenal/ memandang senioritas antara guru dan siswa. Untuk itu saya bangga bisa berbagi dengan teman teman saya atas pengelaman baru ini. 

mari belajar sejarah, karena dengan sejarah kita mampu berbenah untuk mengarah ke masa depan yang lebih baik.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Osis bukan sekedar organisasi osis lebih dari itu (cerpen)

Cerpen berdasarkan realitas "MIMPI SEPERTI PELANGI"

Tersesat di tanah mahar kuda (cerpen)