ruang tunggu



gemilir suara dahak, membentak kantukku setiap waktu,

aku tak tidur dalam mimpi. hanya memilih untuk sadar atau bersandar.

ketukan suara lambung mulai mengembung.


ruang tunggu,

sudut kecil dengan noda dekil di bawah kaki tempat tidur,

suara AC terlalu merdu, 

panas kopiku sudah tak mampu,

aku Haya memukul sunyi seperti orang dungu

.

ruang tunggu,

ku duduk bersama pesan di dalam buku,

ingin keluar, tapi sama saja tak bisa membakar.

tetesan air kamar mandi sangat ku benci,

tak sesuai realita rumah yang mereka terima.


ruang tunggu,

aku tak bisa lagi melihat lagit lagit bintang,

Hanya  di pukul oleh dinginnya udara buatan.

sugesti cerita dongeng mulai kejang kejang di ujung tangan ku.

hanya saja mataku tak bisa tenang, 

hanya  sibuk membenahi ruang tunggu.

                           ~ Vidi Making

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Osis bukan sekedar organisasi osis lebih dari itu (cerpen)

Cerpen berdasarkan realitas "MIMPI SEPERTI PELANGI"

Tersesat di tanah mahar kuda (cerpen)